Menanti Kabut di Pucuk Para (4)
Hari berlalu dengan cepat, semuanya berjalan dengan baik, Cudah masih sering menenun, saat purnama ia bersama teman-temannya berkumpul di bawar rumah panggung menyaksikan anak-anak bermain petak-umpet. Meskipun penerang hanya dari obor yang dipasang sekeliling rumah, purnama di atas sana cukup menambah suasana semakin syahdu. Dalam hidup, selalu ada kejutan-kejutan. Entah itu menyenangkan ataupun menyakitkan. Begitu pula bagi hidup Ceudah, sang Panglima dan tanah mereka. Tak sampai 40 hari setelah ia mengumpulkan para tetua dan pemuda, di malam ia membacakan kembali aturan adat hutan. Hari ini gampong Ujong Rimba kedatangan tamu, orang-orang itu berpakain rapi, mengenakan berkemeja dan berseragam. Datang jauh-jauh dari Kabupaten menemui sang Panglima. “Jadi ada apa tamu jauh datang bertandang ke gubuk saya,” ujar panglima di seuramoe keu . “Jadi begini, kami ingin menyampaikan program tentang pembukaan lahan baru. Dan kita ingin membuka lahan di daerah sekitar huta...